6 Tips Bercukur Bulu Tubuh yang Baik dan Aman

  • October 22, 2020

Banyak sekali orang yang hanya fokus untuk saat merawat tubuh dengan menggunaan skin care atau body care saja. Padahal membersihkan beberapa bagian tubuh seperti bulu atau rambut juga sangat penting.

Karena itu memotong rambut di tubuh menjadi salah satu perawatan yang perlu diperhatikan. Misalnya saja mencukur rambut kepala, bulu ketiak, kumis dan jenggot pada pria, atau mencukur bulu pada bagian intim. Banyak orang percaya, semakin sering memangkas bulu tubuh, maka rambut tersebut akan semakin kasar ketika tumbuh kembali. namun hal Itu merupakan sebuah mitos.

Nah memotong dengan benar adalah faktor terpenting untuk menghindari lecet, kekeringan, dan ketidaknyamanan akibat bercukur. Banyak orang yang bertanya, sebaiknya seberapa sering kita harus memangkas rambut atau bulu yang ada di tubuh kita?

Sebenarnya tidak ada aturan yang baku tentang seberapa sering harus bercukur. Tergantung keinginan anda sendiri. Apakah anda lebih suka kulit yang dicukur bersih, sedikit berbulu, atau tampilan yang lebih alami. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana rambut kamu tumbuh dan bagaimana kulit kamu rasanya setelah bercukur.

Berikut tips yang harus anda perhatikan, bagaimana seharusnya merawat tubuh dengan bercukur sekaligus menghindari iritasi akibat bercukur, Cekidot !

  1. Jangan pernah berbagi pisau cukur dengan orang lain.

Meskipun pisau cukur yang anda gunakan terlihat baik saat digunakan, tapi sebenarnya saat bercukur, ada bakteri dari kulit yang ikut terangkat dan menempel di pisau cukur. Karena itu disarankan untuk tidak berbagi atau meminjamkan pisau cukur kepada orang lain. Begitu juga sebaliknya, kamu jangan meminjam pisau cukur milik orang lain. Karena kamu bisa mendapat bakteri dari si pemilik alat cukur rambut tersebut.

  1. Gantilah pisau cukur yang anda gunakan secara berkala

Seberapa sering anda mengganti pisau cukur bergantung pada alat cukur yang digunakan dan seberapa baik kamu merawatnya. Pisau silet apa pun yang tampak berkarat atau terasa kurang tajam, harus segera dibuang. Pisau cukur sekali pakai bisa bertahan 5 hingga 10 kali pencukuran. Karena itu pisau cukur perlu diganti secara berkala.

  1. Memilih pisau cukur yang baik

Berhati-hatilah saat memilih pisau cukur yang akan anda gunakan, karena jika salah pilih maka akan menyebabkan kulit iritasi. Pilih sesuai dengan kebutuhan kamu. Saat ini banyak pisau cukur yang beredar di pasaran, berbeda-beda sesuai dengan fungsinya. Harganya pun beragam, mulai dari yang paling murah hingga super mahal untuk pisau cukur premium.

Hanya saja, jangan tertipu dengan harga murah. Sebab, harga murah belum tentu memiliki kualitas yang bagus. Dikhawatirkan akan membuat kulit jadi iritasi atau hal buruk lainnya.

  1. Hindari menyukur pada bagian tubuh yang sedang luka

Bercukur pada bagian kulit yang telah rusak dengan cara apa pun dapat membuat penyembuhan membutuhkan waktu lebih lama. Itu juga dapat memasukkan bakteri ke area tersebut, yang menyebabkan infeksi. Karena itu hindari bercukur pada bagian tubuh yang sedang mengalami luka atau ruam.

  1. Lembabkan kulit sebelum anda bercukur

Gunakan gel cukur, krim cukur, atau paling tidak basahi kulit dengan air hangat sebelum bercukur. Ini membantu pisau cukur bekerja lebih baik dan juga mengurangi iritasi akibat menyeret pisau tajam ke kulit kering.

  1. Lakukan eksfoliasi sebelum bercukur

Sebelum bercukur sebaiknya kamu bersihkan bagian yang ingin dicukur untuk mengangkat sel kulit mati. Bisa dilakukan dengan menggunakan produk pengelupas seperti scrub kulit, atau cukup menggunakan waslap. Mengangkat sel kulit mati sebelum bercukur membuat permukaan kulit kamu lebih rata, sekaligus membantu kamu mencukur lebih dalam ke akar rambut sebenarnya.

Aldrich

E-mail : admin@apartheidsharia.com

Submit A Comment

Must be fill required * marked fields.

:*
:*